Rabu, 08 Januari 2014

Ki Hajar Dewantara (1889-1959)

Ki Hajar Dewantara yang sebelumnya bernama Raden Mas Suwardi Suryaningrat, lahir di Yogyakarta tanggal 2 Mei 1889. Putra dari K.P.H. Suryaningrat, dan cucu dari Pakualam III.
Beliau adalah tokoh yang sangat berjasa di bidang pendidikan dan beliaulah yang mendirikan Perguruan Tinggi Taman Siswa pada tahun 1992. Karena jasanya yang sangat besar tersebut, maka sampai sekarang hari lahirnya di peringati sebagai hari Pendidikan Nasional.
Perguruan Taman Siswa yang didirikan pada tanggal 13 Juli 1922, pada mulanya bernama "National Onderwijs Institut Taman Siswa" di Yogyakarta. Pertama-tama yang di buat hanya Taman Anak dan Kursus Guru. Namun, setelah itu terus berkembang. Secara lengkap bagian-bagian pendidikan pada Perguruan Taman Siswa ini adalah:
1. Taman Indria (setingkat dengan TK)
2. Taman Anak (setingkat kelas I-III Sekolah Rendah atau Sekolah Dasar)
3. Taman Muda (setingkat kelas IV-VI sekolah Rendah)
4. Taman Dewasa (setara SMP)
5. Taman Madia (setara SMA)
6. Taman Guru B-1 (mendidik calon guru untuk Taman Anak dan Taman Muda)
7. Taman Guru B-2
8. Taman Guru B-3 (mendidik calon guru untuk Taman Dewasa)
9. Tman Guru Indria (mendidik anak wanita yang ingin menjadi guru pada Taman Indria) 
Di dalam penyelenggaraan pendidikan Ki Hajar Dewantara menghendaki di terapkannya sistem among, yang mengemukakan dua dasar, yaitu:
1. kemerdekaan sebagai syarat untuk menghidupkan dan menggerakkan kekuatan lahir dan batin sehingga dapat hidup merdeka (dapat berdiri sendiri)
2. kodrat alam sebagai syarat untuk menghidupkan dan mencapai kemajuan dengan secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya 
Penyelenggaraan Taman Siswa di dasarkan pada asas pendidikan yang di kemukakan oleh Ki Hajar Dewantara sebagai berikut"
1. asas kemerdekaan
2. asas kodrat alam
3. asas kebudayaan
4. asas kebangsaan
5. asas kemanusiaan 
  kelima asas tersebut di sebut dengan "Panca Darma Taman Siswa".
Ki Hajar Dewantara meninggal dunia pada tanggal 26 April 1959 di Yogyakarta. Beliau telah memberikan karya terbaiknya kepada nusa dan bangsa. Semboyan "Tut wuri handayani" di abadikan sebagai lambang dan semboyan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar