Rabu, 08 Januari 2014
Mohammad Syafei (1899-1969)
Mohammad syafei lahir di Kalimantan pada tahun 1899. Perjuangan beliau juga di titikberatkan pada bidang pendidikan.
Pada tahun 1922 beliau menjadi guru pada sekolah Kartini di Jakarta dan sejak itu aktivitasnya di bidang pendidikan terus bertambah. Sebagai seorang tokoh pendidikan, Mohammad Syafei berjasa besar dalam mendirikan sekolah yang bernama "Indonesische Nederlandsche School" atau yang lebih di kenal dengan sebutan INS, di Kayuttanam Sumatra Barat.
Dasar pendidikan yang di kembangkan adalah kemasyarakatan, keaktifan, kepraktisan, serta berfikir logis dan rasional. Berkenaan dengan itulah maka isi pendidikan yang di kembangkannya adalah bahan-bahan yang dapat mengembangkan pikiran, perasaan, dan keterampilan atau yang di kenal dengan istilah 3H, yaitu Head, Heart, dan Hand.
Sementara itu, INS, yang kemudian merupakan singkatan dari "Indonesian National School", menitikberatkan pendidikannya pada dunia kerja, INS menyelenggarakan pendidikan dalam jenjang berikut:
1. Ruang Bawah, yakni setara dengan Sekolah Rendah atau Sekolah Dasar. Lama pendidikannya 7tahun.
2. Ruang atas, yakni setara dengan sekolah menengah.nLama pendidikannya 6tahun.
Tujuan sekolah yang di selenggarakan oleh Mohammad Syafei adalah"
1. mendidik anak-anak agar mampu berfikir secara rasional
2. mendidik anak-anak agar mampu bekerja secara teratur dan bersungguh-sungguh
3. mendidik anak-anak agar menjadimanusia yang berwatak baik
4. menanamkan rasa persatuan
Pada zaman kemerdekaan tahun 1952, sebagai penghargaan pemerintah terhadap usaha-usaha Mohammad Syafei di bukalah SGB istimewa, yang dapat meneruskan dan menyebarkan cita-citanya.
Meninggal dunia pada tanggal 5 Maret 1969. Meskipun beliau sudah tiada tetapi jasa-jasanya di bidang pendidikan tidak akan terlupakan, apalagi para lulusan INS tersebar ke berbagai pelosok tanah air, yang tentu saja kiprahnya sangat besar bagi pembangunan bangsa dan negara.
Ki Hajar Dewantara (1889-1959)
Ki Hajar Dewantara yang sebelumnya bernama Raden Mas Suwardi Suryaningrat, lahir di Yogyakarta tanggal 2 Mei 1889. Putra dari K.P.H. Suryaningrat, dan cucu dari Pakualam III.
Beliau adalah tokoh yang sangat berjasa di bidang pendidikan dan beliaulah yang mendirikan Perguruan Tinggi Taman Siswa pada tahun 1992. Karena jasanya yang sangat besar tersebut, maka sampai sekarang hari lahirnya di peringati sebagai hari Pendidikan Nasional.
Perguruan Taman Siswa yang didirikan pada tanggal 13 Juli 1922, pada mulanya bernama "National Onderwijs Institut Taman Siswa" di Yogyakarta. Pertama-tama yang di buat hanya Taman Anak dan Kursus Guru. Namun, setelah itu terus berkembang. Secara lengkap bagian-bagian pendidikan pada Perguruan Taman Siswa ini adalah:
1. Taman Indria (setingkat dengan TK)
2. Taman Anak (setingkat kelas I-III Sekolah Rendah atau Sekolah Dasar)
3. Taman Muda (setingkat kelas IV-VI sekolah Rendah)
4. Taman Dewasa (setara SMP)
5. Taman Madia (setara SMA)
6. Taman Guru B-1 (mendidik calon guru untuk Taman Anak dan Taman Muda)
7. Taman Guru B-2
8. Taman Guru B-3 (mendidik calon guru untuk Taman Dewasa)
9. Tman Guru Indria (mendidik anak wanita yang ingin menjadi guru pada Taman Indria)
Di dalam penyelenggaraan pendidikan Ki Hajar Dewantara menghendaki di terapkannya sistem among, yang mengemukakan dua dasar, yaitu:
1. kemerdekaan sebagai syarat untuk menghidupkan dan menggerakkan kekuatan lahir dan batin sehingga dapat hidup merdeka (dapat berdiri sendiri)
2. kodrat alam sebagai syarat untuk menghidupkan dan mencapai kemajuan dengan secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya
Penyelenggaraan Taman Siswa di dasarkan pada asas pendidikan yang di kemukakan oleh Ki Hajar Dewantara sebagai berikut"
1. asas kemerdekaan
2. asas kodrat alam
3. asas kebudayaan
4. asas kebangsaan
5. asas kemanusiaan
kelima asas tersebut di sebut dengan "Panca Darma Taman Siswa".
Ki Hajar Dewantara meninggal dunia pada tanggal 26 April 1959 di Yogyakarta. Beliau telah memberikan karya terbaiknya kepada nusa dan bangsa. Semboyan "Tut wuri handayani" di abadikan sebagai lambang dan semboyan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Senin, 06 Januari 2014
Rohana Kudus (1884-1969)
Rohana Kudus di lahirkan pada tanggal 20 Desember 1884 di Kota Gedang, Sumatra Barat.
Beliau adalah seorang wanita islam yang sangat taat menjalankan ajaran agamanya, denguru Agama, dengan giat sekali mempelopori emansipasi wanita. Ia seorang pendidik manusia yang berusaha untuk memperbaiki nasib kaum wanita Indonesia. Ia juga seorang guru Agama, guru Kerajinan Wanita pertama di Indonesia.
Usaha Rohana Kudus adalah sebagai berikut:
1. Tahun 1896 saat usianya berumur 12 tahun, ia sudah mengajar teman-teman gadis di kampungnya dalam bidang membaca dan menulis, huruf Arab, dan Latin.
2. Tahun 1905, ia mendirikan "Sekolah Gadis" di kota Gedang, yang kemudian pada tahun 1911 di ubah namanya menjadi "Sekolah Kerajinan Amai Satia".
3. Pada 10 Juli 1912, ia ikut melahirkan sekaligus menjadi Pemimpin Redaksi Surat Kabar Wanita dengan nama "Soenting Malajoe" di Padang.
Raden Dewi Sartika (1884-1947)
Raden Dewi Sartika lahir di Bandung, pada tanggal 4 Desember 1884. Sebagaimana halnya dengan R.A Kartini, Dewi Sartika juga merupakan seorang tokoh wanita yang menyalurkan perjuangannya melalui pendidikan.
Cita-cita Dewi Sartika adalah mengangkat derajat kaum wanita Indonesia dengan jalan memajukan pendidikannya. Alasannya, saat itu masyarakat cukup mengakhawatirkan, dimana kaum wanita tidak di beri kesempatan untuk mengejar kemajuan.
Untuk merealisasikan cita-cita pendidikannya, pada tahun 1904 didirikanlah sebuah sekolah yang diberi nama "Sekolah Istri". Ketika pertama di buka, sekolah ini mempunyai murid sebanyak 20 0rang, kemudian dari tahun ke tahun terus bertambah. Pada tahun 1909 baru dapat mengeluarkan out put-nya yang pertama dengan mendapat ijazah.
Pada tahun 1914 sekolah istri di ganti namanya menjadi "Sekolah Kautamaan Istri".
Raden Ajeng Kartini (1879-1904)
Raden Ajeng Kartini lahir di Mayong (Jepara), pada tanggal 21 April 1879. Hari kelahirannya ini sampai sekarang terus di peringati sebagai hari Kartini. Beliau terkenal sbagai seorang tokoh yang dengan gigih memperjuangkan emansipasi wanita, yaknisuatu upaya memperjuangkan hak-hak wanita agar dapat sejajar dengan kaum pria.
Perjuangan emansipasi wanita yang di lakukan oleh R.A Kartini tersebut di salurkn melalui pendidikan, yakni dengan mendirikan sekolah khusus kaum wanita.
Jenis sekolah yang di rintis dan didirikan oleh R.A Kartini adalah:
1. Sekolah Gadis di Jepara, dibuka tahun 1903
2. Sekolah Gadis di Rembang
Pada dasarnya apa yang di cita-citakan dan di lakukan oleh Kartini hanyalah sebagai perintis jalan yang nantinya harus di teruskan oleh "kartini-kartini" baru.
R.A Kartini meninggal dalam usia cukup muda yaitu empat hari setelah ia melahirkan, tepatnya tanggal 17 September 1904.
Untuk menghormati cita-cita Kartini, pada tahun 1913 didirikan Sekolah Rendah untuk anak-anak perempuan di beberapa kota besar, yaitu dengan nama sekolah Kartini.
Langganan:
Komentar (Atom)




